Laporan Terbaru Menyebutkan Ada 12 Juta Serangan Cyber Menarget Industri Online Game

Credentials stuffing attacks
Credentials stuffing attacks

Anda suka bermain online game? Hati-hati karena sebuah laporan baru-baru ini menyatakan bahwa terdapat 12 juta credentials stuffing attacks terjadi di situs-situs online game yang dilakukan oleh para kriminal dunia maya. Serangan tersebut dikatakan terjadi pada periode 17 bulan hingga bulan Maret 2019. Laporan tersebut diterbitkan oleh Akamai dengan judul “2019  State of The Internet / Security Web Attacks and Gaming Abuse Report”. Akamai adalah perusahaan yang menyediakan skema keamanan bagi konten-konten digital yang sudah memiliki klien 60% dari total 500 perusahaan terbesar di dunia.

Dalam laporan tersebut dinyatakan bahwa industri online game adalah sasaran yang empuk karena mengalami peningkatan dan pertumbuhan yang cukup pesat beberapa tahun belakangan sehingga resiko untuk mengalami serangan cybercriminal menjadi makin rawan.

Dalam laporan dari Akamai tersebut disebutkan bahwa serangan yang paling banyak terjadi adalah serangan injeksi SQL (SQLi) yang memakan porsi sekitar 65% dari total serangan aplikasi web, diikuti dengan serangan Local File Inclusion (LFI) sebanyak hampir 25%. Data yang dimiliki Akamai menunjukkan bahwa serangan kriminal cyber yang menggunakan SQLi mengalami peningkatan yang cukup signifikan terutama setelah terjadi banyak serangan pada musim belanja di musim liburan tahun 2018 lalu dan berlanjut terus naik hingga sekarang.

 

Ingin buat website yang menarik dan profesional pastikan ke velocity developer

 

Menurut Martin McKeay, peneliti keamanan cyber  dan direktur editorial di Akamai, faktor yang menyebabkan industri game jadi target yang sangat rawan untuk tindak kejahatan kriminal cyber antara lain adalah mudahnya para pemain melakukan jual beli in-game items yang ada di dalam permainan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Lebih lanjut, para pemain online game diketahui adalah kategori pengguna internet yang tidak segan untuk mengeluarkan uangnya demi kelangsungan permainan sehingga asumsinya mereka yang tidak segan mengeluarkan uang untuk bermain game adalah target yang memiliki kondisi finansial yang cukup baik.

McKey menambahkan untuk mengurangi resiko adanya serangan kriminal cyber yang menyerang situs-situs online game, agar organisasi atau perusahaan game  memberikan edukasi kepada pemainnya bagaimana melindungi diri agar tidak menjadi korban dari serangan kejahatan cyber, meski perusahaan-perusahaan tersebut sudah melakukan inovasi dan meningkatkan sistem pertahanan yang lebih baik. Pasalnya, banyak dari pemain game adalah para anak-anak yang masih berusia muda dan belum begitu banyak tahu apalagi paham mengenai keamanan di dunia maya. Laporan lain dari Akamai juga menyatakan bahwa negara Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak jadi sumber serangan credentials stuffing attack, sedangkan Rusia dan Kanada menjadi yang paling banyak melakukan serangan tersebut dengan target industri online game. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari serangan cyber adalah dengan memasang antivirus dengan perlindungan yang menyeluruh.