Bagaimana Cashflow para pekerja Profesional

Thursday, January 29th 2015. | Artikel

Bagaimana Cashflow para pekerja Profesional

Para pekerja professional adalah para pekerja yang tidak bekerja pada orang tertentu, misalnya dokter, pengacara atau konsultan. Mereka menjual keahliannya kepada orang yang membutuhkan. Orang yang bekerja sebagai professional berhak mengatur waktu kerja dan pola kerja mereka sendiri. Biasanya penghasilan kelompok ini berasal dari klien yang memanfaatkan jasa mereka.

Kelompok pekerja profesional juga dapat menentukan sendiri seberapa besar bayaran yang akan mereka terima. Satu-satunya yang membatasi bayaran mereka adalah ketidaksepakatan. Ketika orang masih sepakat untuk membayar mereka maka bayaran itu akan mereka dapatkan.

Bisanya para professional memiliki nilai lebih karena mereka tidak banyak pesaingnya. Semakin mereka terkenal dengan keahliannya, maka mereka akan dapat membuat kesepakatan untuk membuat penghasilan mereka semakin tinggi.

Pekerja professional menjadi unggul dalam mengalirkan kas dibanding dengan karyawan atau buruh adalah karena mereka biasanya memiliki keahlian yang spesifik, yang tidak dimiliki oleh sembarang orang, hal inilah yang membedakannya dengan karyawan biasa atau buruh. Buruh memiliki keterampilan yang dimiliki oleh banyak orang.

Dengan kata lain para pekerja professional mengalirkan kas ke dalam diri mereka dengan cara menjual keahlian. Namun demikian mereka tetap memerlukan waktu untuk menjalankan profesi tersebut, dan karenanya penghasilan mereka juga dibatasi oleh keterbatasan waktu mereka. Sehari hanya 24 jam, dan mereka tidak bisa bekerja lebih dari itu.